Rabu, 23 Maret 2011

Inilah Ipad 2 Edisi Terbatas Seharga Rp 69,7 milyar

INILAH.COM, Jakarta – Jika Anda mengira sejumlah produk Apple merupakan mainan berharga mahal, mungkin Anda harus berpikir ulang. Pasalnya, munculiPad 2 seharga Rp69,7 miliar!
Inilah iPad 2 Edisi Terbatas Seharga Rp69,7 MPerbesar Foto
Inilah iPad 2 Edisi Terbatas Seharga Rp69,7 M

Tukang emas Liverpool Staurt Hugher baru saja meluncurkan model iPad 2 miliknya. Perangkat itu dihargai US$8 juta (Rp 69,7 miliar). Gadget itu dilapisi berlian 16,5 karat serta logo Apple yang terbuat dari emas dan tombol home yang terbuat dari berlian tunggal 8,5 karat yang dilindungi platinum dan dikelilingi batu permata.
Bezel gadget ini terbuat dari amolit 75 juta tahun yang berisi tulang T-Rex berusia 56 juta tahun. Jika Anda bintang sepakbola atau seorang pangeran minyak dari Arab, Anda mungkin perlu menyewa perlindungan ketat untuk membawa gadget seberat dua kilogram itu.
Seperti dikutip techradar, gadget ini hanya akan dibuat sebanyak dua buah di dunia.
Jika Anda ingin membelinya, menabunglah mulai sekarang. [mor]

Sabtu, 19 Maret 2011

Wanita ini Memiliki Kaki Raksasa



Kakinya memiliki berat 70 kg dengan ukuran panjang 41 cm.
KAMIS, 10 MARET 2011, 06:11 WIB
Petti Lubis, Febry Abbdinnah
Mandy Sellar (wellthiness.wordpress.com)

VIVAnews - Layaknya wanita sebayanya, di usia 36 tahun Mandy Sellar selalu terlihat energik. Namun, ada yang berbeda dari Mandy dibandingkan wanita lainnya.

Walaupun memiliki anggota tubuh yang lengkap, Mandy mengidap kelainan. Ia memiliki sindroma proteus, kondisi di mana kaki tumbuh lebih besar dibanding ukuran badan. Kakinya memiliki berat 70 kg dengan ukuran panjang 41 cm, diameter telapak kakinya 89 cm, dan 71 cm di bagian atas.
Mandy Sellar
Istilah sindroma Proteus diambil dari Dewa Yunani, Proteus yang dapat berubah bentuk. Belum ditemukan obat untuk mengobati sindroma ini. Sindroma ini sangat jarang ditemui. Tercatat hanya 120 orang yang menderita kelainan tersebut di dunia. Meskipun begitu, Mandy ingin berbagi kehidupannya dengan orang-orang yang mengidap kelainan sama dengannya.

Mandy didiagnosis menderita sindroma proteus sejak Mei 2006. Sejak saat itu, dia bertemu dengan orang yang memiliki penderitaan yang sama. Dia mengaku hal ini dilakukan untuk dapat selalu membangun hubungan dengan mereka. "Saya ingin mengetahui cara mereka hidup dengan kondisi seperti ini dan apa perbedaannya," ujarnya.

Agar kelainan yang dialaminya tidak mengganggu kesehatan bagian tubuh lainnya, dokter menyarankan Mandy untuk mengamputasi kakinya, mengingat kakinya terus tumbuh besar. Namun, sebelum mengizinkan dokter untuk melakukan hal tersebut, Mandy ingin menciptakan kesadaran masyarakat mengenai sindroma ini.

"Saya mengharapkan orang untuk melihat. Saya pikir hal ini tidak dapat dihindari karena saya berada pada posisi mereka. Senyuman dapat memberi banyak kepada mereka," ujarnya seperti dikutip oleh laman BBC.

Akhirnya Mandy berhasil memperkenalkan sindroma ini terhadap masyarakat dengan banyaknya publikasi mengenai dirinya. Salah satunya, pada 2008, wanita ini tampil pada serial 'Extraordinary People' dengan episode yang berjudul 'The Woman with Giant Legs'.

Pada acara 'The Tyra Show', Mandy mengatakan pada Tyra Banks bahwa Dia dapat menghabiskan US$3.800 atau setara dengan Rp36 juta untuk memesan sepatu. Sepatu tersebut pun menghabiskan 6 bulan waktu pengerjaan.

Hingga akhirnya, dari publikasi-publikasi ini, akhirnya Dia memiliki kesempatan untuk mengamputasi kaki kirinya pada 2010.
Sumber: kosmos.vivanews.com

Bocah 7 tahun Bertubuh Seperti Kurcaci

Saat dilahirkan, Kenadie beratnya hanya 1,1 kilogram dengan tinggi badan 28 sentimeter.
JUM'AT, 11 MARET 2011, 12:04 WIB
Siswanto, Lutfi Dwi Puji Astuti
Kenadie Jourdin- Bromley (keef.tv)

VIVAnews -Tingginya 84 sentimeter. Berat badan 7,7 kilogram. Kira-kira setara dengan anak berusia 18 bulan.  Padahal Kenadie Jourdin- Bromley sudah berusia 7 tahun. Anak seusia dia sudah masuk sekolah dasar.
Bentuk dan ukuran tubuh Kenadie memang tergolong langka. Para dokter ahli yang meneliti menegaskan bahwa bocah ini mengalami kelainan yang disebut dwarfisme primordial. Tubuhnya mirip kurcaci. "Ini benar-benar dunia yang besar baginya," kata Brianne Jourdin, ibu dari Kenadie di acara “Good Morning America,” dikutip dari ABC News.

Meski ada kemungkinan badan si bocah berkembang, para dokter memperkirakan bahwa tinggi bocah ini tidak pernah bisa mencapai ukuran normal. Dan kesehatannya akan selalu terancam. Sebab, tulang primordial dwarf-nya sangat tipis. Kondisi ini akan membuatnya rentan terhadap penyakit berbahaya, sepertiscoliosis dan jantung.

Ancaman terbesar bagi kesehatan Kenadie yang harus diawasi seumur hidupnya ialah risiko aneurysm, tonjolan di pembuluh darah yang tiba-tiba bisa meledak dan menyebabkan kematian.

Saat dilahirkan, Kenadie beratnya hanya 1,1 kilogram dengan tinggi badan 28 sentimeter. "Saya hanya ingin mendengar ia menangis. Jika ia menangis itu bisa menjadi tanda bahwa dia masih hidup. Tapi saat itu kami hanya mendengar suara meong, seperti suara kucing kecil,” kata Jourdin.

Kepalanya bahkan sangat kecil dan dia kehilangan sebagian dari otaknya. "Mereka (dokter) mengatakan kepada kami bahwa dengan otak itu, tidak akan bisa berfungsi. Dia tidak pernah pergi berjalan, tidak pernah akan berbicara," kata Jourdin.

Kenadie begitu kecil dan perawat memanggilnya "Thumbelina." Meski demikian ibu Kenadie terus berjuang agar putrinya memiliki kehidupan yang normal.

Meski tubuhnya kecil, Kenadie tetap sibuk dengan segala macam aktivitas layaknya anak normal seusianya, seperti menghadiri kelas dansa dan pergi ke sekolah.

"Saya berpikir bahwa anak-anak lain di kelasnya, mereka telah sampai pada titik di mana mereka hanya melihat dirinya sebagai salah satu dari anak-anak," kata Jourdin.

Dia mungkin saja kerdil, tapi Kenadie memiliki emosi raksasa dan bisa saja mengalami mood swings. Semula, Brianne Jourdin takut Kenadie bisa mengalami pubertas dini, tetapi kemudian dokter mengatakan tidak menemukan bukti itu.

"Harapan saya untuk masa depan Kenadie, aku ingin dia bahagia," kata Jourdin. "Aku ingin dia tersenyum dan menjadi sukses."
Sumber: kosmo.vivanews.com